<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Lintas Budaya, Pengarang di Generasi Lintas Budaya Foundation</title>
	<atom:link href="https://greenbluehub.id/author/y3r3/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://greenbluehub.id/author/y3r3/</link>
	<description>Menghidupkan budaya bangsa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 08:08:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2026/05/cropped-Logo-Greenbluehub-32x32.webp</url>
	<title>Generasi Lintas Budaya, Pengarang di Generasi Lintas Budaya Foundation</title>
	<link>https://greenbluehub.id/author/y3r3/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Awig-Awig, Kunci Desa Penglipuran Dinobatkan Terbersih se-Dunia</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/awig-awig-kunci-desa-penglipuran-dinobatkan-terbersih-se-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 07:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Datanglah ke Desa Penglipuran, Kec/Kab. Bangli, Provinsi Bali, maka Anda akan mengatakan bahwa kebersihan bukan hanya milik desa-desa di Eropa. Desa berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai ini, saking bersihnya, dinobatkan oleh majalah International Boombastic sebagai desa terbersih ketiga di dunia menurut Green Destinations Foundation, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/awig-awig-kunci-desa-penglipuran-dinobatkan-terbersih-se-dunia/">Awig-Awig, Kunci Desa Penglipuran Dinobatkan Terbersih se-Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Datanglah ke Desa Penglipuran, Kec/Kab. Bangli, Provinsi Bali, maka Anda akan mengatakan bahwa kebersihan bukan hanya milik desa-desa di Eropa.</p>
<p>Desa berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai ini, saking bersihnya, dinobatkan oleh majalah International Boombastic sebagai desa terbersih ketiga di dunia menurut Green Destinations Foundation, setelah Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda.</p>
<p>Desa Penglipuran adalah salah satu dari sembilan desa adat di Bali dan terdiri atas 243 kepala keluarga.</p>
<p>Memasuki desa yang udaranya segar (berkisar 16-29°C) Anda tidak akan melihat<br />
sampah berserakan, tak ada limbah rumah tangga berceceran, serta tak ada puntung rokok. Selokannya juga jernih dan bebas dari cairan limbah rumah tangga. Setiap 30 meter terdapat tempat sampah.</p>
<p>Sebagai desa adat, masyarakat Desa Penglipuran amat memegang tegas tradisi nenek moyang yang sudah berumur ratusan tahun. Mereka menerapkan dua hukum tradisional dalam bermasyarakat, yakni awig-awig dan drestha.</p>
<p>Ketua pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, menuturkan, kebersihan Desa Penglipuran ini sudah terjalin secara turun-temurun dan sudah menjadi kepribadian masyarakat. Seluruh warga merasa memiliki tanggung jawab untuk melestarikan ajaran leluhurnya secara turun temurun.</p>
<p>Awig-awig mengatur soal kebersihan desa. Meski menyantumkan aturan soal kebersihan, nyatanya tak ada aturan mengenai sanksi di dalamnya. Dalam awig-awig diatur kewajiban menjaga lingkungan, kebersihan, keasrian dan keindahan desa.</p>
<p>Jika ada yang ketahuan membuang sampah sembarangan, tidak akan dikenakan sanksi, hanya teguran saja. Meski tak ada sanksi, bukan berarti masyarakat setempat lantas meremehkan awig-awig. Justru, masyarakat menjadi berkewajiban untuk menjaga kearifan luhur yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Pada awig-awig tersebut, tertulis beberapa aturan di antaranya larangan membuang limbah cairan rumah tangga lewat selokan depan rumah, serta larangan membuang sampah ke jalan utama desa. Semua limbah tersebut harus masuk ke septic tank yang berlokasi di belakang rumah mereka, sehingga saluran air depan rumah hanya dilalui oleh air hujan.</p>
<p>Selain itu, pihak desa juga menerapkan sejumlah aturan adat ketat. Salah satunya larangan menggunakan kendaraan bermotor agar kualitas udara tetap bersih. Wisatawan yang hendak berkeliling Desa Penglipuran harus berjalan kaki atau bersepeda.</p>
<p>Selain awig-awig, tradisi dan nilai luhur nenek moyang yang masih dipertahankan hinggasaat ini adalah tata ruang desa yang mengadopsi konsep Tri Mandala. Tri Mandala merupakan pembagian lahan menjadi tiga zona berdasarkan nilai kesucian yang diurutkan, mulai dari utara sebagai tempat paling suci hingga selatan sebagai tempat paling tidak suci. Oleh masyarakat setempat, zona utama mandala yang terletak di utara dianggap sebagai peraduan para dewa. Karena itu, tempat ibadah hanya didirikan di kawasan ini.</p>
<p>Salah satunya, Pura Penataran, tempat memuja Dewa Brahma yang merupakan pencipta seluruh alam semesta menurut kepercayaan Hindu. Sementara, di bagian tengah desa, terdapat zona madya mandala. Area ini difungsikan sebagai permukiman penduduk. Selanjutnya, zona paling tidak suci di selatan disebut sebagai nista mandala. Area ini dikhususkan sebagai tempat peristirahatan terakhir masyarakat yang sudah mangkat alias pemakaman penduduk.</p>
<p>Masyarakat Penglipuran juga masih mempertahankan Tri Hita Karana atau ajaran tentang keharmonisan atau keseimbangan antara hubungan Tuhan, manusia dan lingkungan. Karenanya, Penglipuran tak hanya bersih, tetapi penduduknya juga sangat rukun.</p>
<p>Aturan yang lain dan harus ditaati warganya, di desa yang 40% dari wilayah desanya adalah hutan bamboo ini, terdapat pantangan bagi warganya menebang pohon bambu tanpa seijin tokoh masyarakat. Hal ini terjadi karena mereka menganggap tanaman bambu sebagai simbol permulaan mereka, karena mereka meyakini bahwa bambu-bambu di sana ditanam oleh pendahulu mereka.</p>
<p>Sebagian besar bangunan di Penglipuran seperti Pawon (dapur), Bale Sakenem (tempat upacara keluarga) dan Bale Banjar (bangunan bersama) terbuat dari bambu sehingga sangat ramah lingkungan.</p>
<p>Selain predikat desa terbersih di dunia, Desa Penglipuran juga mendapat beberapa penghargaan bergengsi lain, seperti Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada 2017 dan Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation<br />
Melansir dari CNN Indonesia, pasca pandemi Covid-19 di tahun 2022, jumlah kunjungan turis ke Desa Pelingpuran naik sampai dua kali lipat.</p>
<p>Menurut I Wayan Sumiarsa, Manajer Desa Wisata Penglipuran, total kunjungan wisatawan asing dan lokal di tahun 2022 mencapai 403 ribu orang dengan rata-rata kunjungan per hari 1500 – 2000 orang per hari. Bahkan, sempat mencapai 3.000 orang per hari di penghujung tahun 2022.</p>
<p>Wisatawan asing yang mendatangi Desa Penglipuran kebanyakan dari Eropa, Korea Selatan, dan Malaysia.</p>
<p>Faktor branding Desa Penglipuran sebagai desa terbersih di dunia juga berhasil menarik atensi dari berbagai penjuru dunia termasuk para delegasi KTT G20 di tahun 2022 untuk mengunjungi desa ini. Sementara untuk wisatawan domestik kebanyakan datang dari Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera.(bud/berbagai sumber)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/awig-awig-kunci-desa-penglipuran-dinobatkan-terbersih-se-dunia/">Awig-Awig, Kunci Desa Penglipuran Dinobatkan Terbersih se-Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Net Zero Emission dan Upaya Pemerintah Indonesia</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/mengenal-net-zero-emission-dan-upaya-pemerintah-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 07:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini kita sering mengenal singkatan NZE atau net zero emission. Tapi apa sebenartnya yang disebut NZE itu? Istilah net zero emission atau NZE pertama kali muncul di COP21 Paris pada 2015. Persetujuan Paris atau Paris Agreement yang dihasilkan memuat butir-butir isu yang akan dilakukan oleh setiap negara yang meratifikasinya, serta menyepakati tujuan utama yang harus dicapai melalui pelaksanaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/mengenal-net-zero-emission-dan-upaya-pemerintah-indonesia/">Mengenal Net Zero Emission dan Upaya Pemerintah Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini kita sering mengenal singkatan NZE atau net zero emission. Tapi apa sebenartnya yang disebut NZE itu?</p>
<p>Istilah <em>net zero emission </em>atau NZE pertama kali muncul di COP21 Paris pada 2015. Persetujuan Paris atau <em>Paris Agreement</em> yang dihasilkan memuat butir-butir isu yang akan dilakukan oleh setiap negara yang meratifikasinya, serta menyepakati tujuan utama yang harus dicapai melalui pelaksanaan Persetujuan Paris.</p>
<p>Persetujuan Paris sendiri disepakati oleh 197 negara yang meratifikasi konvensi dan diratifikasi oleh 191 negara. Tujuan utama dari Persetujuan Paris sebagaimana tercantum dalam pasal 2.1 ialah negara yang meratifikasi Persetujuan Paris ini sepakat menjaga kenaikan temperatur rata-rata global hingga 2<sup>0</sup> Celcius dibandingkan pada masa praindustri dan sedapat mungkin menjaga kenaikan temperatur tersebut tidak lebih dari 1,5<sup>0</sup> C.</p>
<p>Artinya, net zero emissions atau nol emisi karbon adalah kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi. Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.</p>
<p>Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukannya adalah mengurangi jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan (aktivitas) manusia pada kurun waktu tertentu, atau lebih sering dikenal dengan jejak karbon.</p>
<p>Jejak karbon yang kita hasilkan akan memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan kita di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih, timbul cuaca ekstrim dan bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, dan berbagai kerusakan alam lainnya.</p>
<p>Program NZE menjadi istilah populer setelah diadakannya Paris Climate Agreement tahun 2015. Program tersebut bertujuan untuk menekan pencemaran lingkungan yang berpotensi mengakibatkan pemanasan global.</p>
<p>Energi menjadi salah satu sektor yang difokuskan dalam upaya mencapai program NZE. Berbagai negara telah mengeluarkan regulasi-regulasi baru dalam hal penyediaan energi listrik yang disesuaikan dengan program NZE, termasuk di Indonesia.</p>
<p>Guna mengurangi jejak karbon dan mencapai kondisi net zero emissions, pemerintah menerapkan lima prinsip utama, yaitu:</p>
<p>Peningkatkan pemanfaatan enerrgi baru terbarukan (EBT); pengurangan energi fosil; penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi; peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri; dan yang terakhir pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).</p>
<p>Diharapkan, dengan mengurangi jejak karbon dan berkomitmen dalam menjalan lima prinsip utama di atas, Indonesia dapat mencapai kondisi net zero emissions di tahun 2060.</p>
<p>Pemerintah Indonesia sangat serius mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada tahun 2060. Bahkan, kalau bisa lebih cepat dari itu. Karenanya, pemerintah tengah menyusun sebuah roadmap untuk merelisasikan NZE demi menghadapi berbagai tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/mengenal-net-zero-emission-dan-upaya-pemerintah-indonesia/">Mengenal Net Zero Emission dan Upaya Pemerintah Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KLHK dan UNEP Jalin Kerja Sama Sekaligus Gelar Expert Meeting Bahas Sistem Pemantauan Hutan Tropis</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/klhk-dan-unep-jalin-kerja-sama-sekaligus-gelar-expert-meeting-bahas-sistem-pemantauan-hutan-tropis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 05:55:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7645</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK) dan United Nation Environment Program (UNEP) menjalin Kerja Sama di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan Direktur Kantor Regional UNEP untuk Asia dan Pasifik, Dechen Tsering di Bali, Rabu (9/10/2024). Menteri Siti, menyatakan bahwa MoU ini menandai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/klhk-dan-unep-jalin-kerja-sama-sekaligus-gelar-expert-meeting-bahas-sistem-pemantauan-hutan-tropis/">KLHK dan UNEP Jalin Kerja Sama Sekaligus Gelar Expert Meeting Bahas Sistem Pemantauan Hutan Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK) dan United Nation Environment Program (UNEP) menjalin Kerja Sama di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.</p>
<p>Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan Direktur Kantor Regional UNEP untuk Asia dan Pasifik, Dechen Tsering di Bali, Rabu (9/10/2024).</p>
<p>Menteri Siti, menyatakan bahwa MoU ini menandai kemitraan penting yang bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja kerjasama untuk mencapai tujuan dan sasaran bersama terkait lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya pada aspek konservasi dan perlindungan alam, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, pengarusutamaan kebijakan lingkungan, serta peningkatan tata kelola lingkungan.</p>
<p>“Kolaborasi ini didasarkan pada pengakuan dan komitmen bersama,” kata Menteri Siti dalam sambutannya seraya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada UNEP atas kerjasama ini.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, UNEP akan mendukung, antara lain, program prioritas mengenai isu-isu lingkungan dan kehutanan, serta komitmen dan inisiatif di tingkat internasional, regional, dan nasional, seperti Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC), Badan Koordinasi Laut Asia Timur (COBSEA) &#8211; Pusat Kegiatan Regional (RAC) &#8211; Pusat Kapasitas Regional untuk Laut Bersih (RC3S), Pusat Mangrove Dunia, Program Kampung Iklim, serta program kerjasama selatan-selatan.</p>
<p>Usai penandatangan, acara dilanjutkan dengan expert meeting untuk mendukung bidang-bidang kerjasama tersebut, terutama yang terkait sistem pemantauan hutan tropis. Menteri Siti meyakini bahwa data dan metodologi sangat penting dalam pekerjaan terkait lingkungan, ekosistem, dan sumber daya alam, baik darat maupun sumber daya air dan laut.</p>
<p>“Mengingat tantangan besar yang dihadapi saat ini dan mungkin akan semakin kompleks di tahun-tahun mendatang, saya yakin bahwa diskusi hari ini tentang inventarisasi lahan, khususnya hutan, adalah sangat penting,” ujarnya.</p>
<p>Dalam sesi diskusi ini, para pakar berbagi dan mendiskusikan pengetahuan, serta pengalaman terbaik terkait sistem pemantauan nasional hutan tropis, dengan membahas prinsip-prinsip dan elemen panduan kunci yang diperlukan untuk proses yang transparan, andal, dan berjangka panjang, dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh.</p>
<p>Secara khusus, para peserta juga mendiskusikan bagaimana memperkuat kerjasama regional dan internasional dalam sistem pemantauan hutan tropis, serta mengeksplorasi pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, untuk menganalisis isu lingkungan dan iklim.</p>
<p>“Upaya-upaya ini, untuk membawa kita, negara-negara ASEAN dan keluarga ASEAN, dalam memahami pentingnya sistem inventarisasi dan pemantauan merupakan suatu hal yang sangat dihargai,” ucap Menteri Siti.</p>
<p>Turut hadir pada kegiatan ini Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin; Direktur Kantor Regional UNEP untuk Asia dan Pasifik, Dechen Tsering; serta perwakilan dari Malaysia, Thailand, Vietnam, FAO, UNDP, World Resources Institute, dan University of Maryland.(hms)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/klhk-dan-unep-jalin-kerja-sama-sekaligus-gelar-expert-meeting-bahas-sistem-pemantauan-hutan-tropis/">KLHK dan UNEP Jalin Kerja Sama Sekaligus Gelar Expert Meeting Bahas Sistem Pemantauan Hutan Tropis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERINGATAN HUT KE-44 SANGGAR MATAHARI</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/peringatan-hut-ke-44-sanggar-matahari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 08:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peringatan HUT ke-44 tahun Sanggar Matahari berlangsung meriah di Istana Peradaban Balai Pustaka, Jakarta, pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, salah satunya adalah Prof. Siti Nur Azizah Ma&#8217;ruf, putri dari Wakil Presiden RI KH Ma&#8217;ruf Amin. Prof. Siti Nur Azizah, yang juga merupakan anggota Sanggar Matahari pada tahun 1988, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/peringatan-hut-ke-44-sanggar-matahari/">PERINGATAN HUT KE-44 SANGGAR MATAHARI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan HUT ke-44 tahun Sanggar Matahari berlangsung meriah di Istana Peradaban Balai Pustaka, Jakarta, pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, salah satunya adalah Prof. Siti Nur Azizah Ma&#8217;ruf, putri dari Wakil Presiden RI KH Ma&#8217;ruf Amin. Prof. Siti Nur Azizah, yang juga merupakan anggota Sanggar Matahari pada tahun 1988, turut memeriahkan acara dengan membacakan sebuah pantun khusus untuk Sanggar Matahari serta puisi karya Chairil Anwar berjudul &#8220;Catetan Tahun 1946.&#8221;</p>
<p>Turut hadir Direktur Utama PT Balai Pustaka, Achmad Facrodji, yang memberikan sambutan dan membacakan pantun. Dalam sambutannya, beliau mengenang perkenalannya dengan Sanggar Matahari pada tahun 1996, saat ia masih tinggal di Rawalumbu, Bekasi.</p>
<p>Peringatan ini juga dihadiri oleh beberapa anggota Sanggar Matahari dari berbagai generasi, seperti Suhadi (anggota tahun 1986) dan Raja Asdi (anggota tahun 1984). Kehadiran mereka memberikan nuansa nostalgia yang mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota Sanggar Matahari.</p>
<p><del><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7641" src="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c.jpg 1600w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c-300x225.jpg 300w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c-1024x768.jpg 1024w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c-768x576.jpg 768w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-06-at-13.47.38_ea9ad98c-1536x1152.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></del></p>
<p>Acara dimeriahkan dengan penampilan dari berbagai grup binaan Sanggar Matahari, antara lain:</p>
<p>Anak Difabel Sahabat Matahari</p>
<p>Teater Anak-Anak Sanggar Seni Nurul Yaqin</p>
<p>Keboen Sastra</p>
<p>Sanggar Sastra Balai Pustaka</p>
<p>Sanggar Nur Kampus STAI At-Taqwa Bekasi</p>
<p>Komunitas Teater Gunung</p>
<p>Sanggar Pegayon</p>
<p>Fikar W. Eda</p>
<p>Grup Teater Matahari Komposisi Tampah</p>
<p>Deavies Sanggar Matahari</p>
<p>Ketua Panitia, Devie Matahari, menyampaikan bahwa acara ini merupakan awal dari rangkaian peringatan Milad ke-44 Sanggar Matahari. Kegiatan serupa akan dilaksanakan di beberapa lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan berkesenian Sanggar Matahari.</p>
<p>Peringatan HUT ke-44 ini menjadi momentum penting bagi Sanggar Matahari untuk terus berkarya, mempererat tali persaudaraan antaranggota, dan berkontribusi dalam pengembangan seni budaya di tanah air.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/peringatan-hut-ke-44-sanggar-matahari/">PERINGATAN HUT KE-44 SANGGAR MATAHARI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fendi Perdana ‘Brama Kumbara’ Apresiasi Program Poliran Polda Banten</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/fendi-perdana-brama-kumbara-apresiasi-program-poliran-polda-banten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 03:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fendi Pradana, pemeran Brama Kumbara dalam film Saur Sepuh, mengapresiasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten. Pasalnya, program ini selain mengurangi angka pengangguran juga mengurangi tindak kejahatan di wilayah Provinsi Banten. Fendi Pradana menyampaikan itu seusai mengikuti rapat kerja dengan Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, dan jajarannya di Polda Banten, Serang, Kamis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/fendi-perdana-brama-kumbara-apresiasi-program-poliran-polda-banten/">Fendi Perdana ‘Brama Kumbara’ Apresiasi Program Poliran Polda Banten</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fendi Pradana, pemeran Brama Kumbara dalam film <em>Saur Sepuh</em>, mengapresiasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten. Pasalnya, program ini selain mengurangi angka pengangguran juga mengurangi tindak kejahatan di wilayah Provinsi Banten.</p>
<p>Fendi Pradana menyampaikan itu seusai mengikuti rapat kerja dengan Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, dan jajarannya di Polda Banten, Serang, Kamis (3/10) pagi. Fendi Pradana adalah penasihat Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan.</p>
<p>Hadir juga Raja Asdi, Ketua Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan dan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP).</p>
<p>“Poliran merupakan program yang baru buat Polri. Menurut saya ini gerakan yang sangat mulia. Selama ini yang masyarakat tahu polisi tugasnya yang keras-keras saja. Justru gerakan ini polisi peduli pengangguran. Sekali lagi saya katakan ini hal yang sangat mulia dan sangat baru,” kata Fendi.</p>
<p>Program Poliran dilaunching Polda Banten Agustus 2024. Program ini dibentuk sebagai respon adanya 450 ribu warga Banten yang masih menganggur. Program ini melaksanakan 3M, yaitu merekrut, melatih dan menyalurkan para pengangguran.</p>
<p>“Melalui program ini masyarakat diberi pelatihan, dibukakan lapangan pekerjaan, di antaranya memanfaatkan lahan kosong yang tidur. Tentu ini sangat bermanfaat buat masyarakat dan membantu mengatasi pengangguran dan tentunya nanti akan mengurangi kejahatan di wilayah hukum Polda Banten,” kata aktor yang membintangi sejumlah film laga ini.</p>
<p>Sementara itu Raja Asdi mengatakan program Poliran selaras dengan program Polda Banten yang lain, yaitu Polisi Peduli Lingkungan. “Poliran dan Polisi Peduli Lingkungan selaras dan ditindaklanjuti  Polda Banten,” kata Raja Asdi.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/fendi-perdana-brama-kumbara-apresiasi-program-poliran-polda-banten/">Fendi Perdana ‘Brama Kumbara’ Apresiasi Program Poliran Polda Banten</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Akan Ajak Ribuan Relawan JOKOWI Kunjungi Ibu Kota Nusantara pada tanggal 24 Agustus 2024 Mendatang</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/presiden-jokowi-akan-ajak-ribuan-relawan-jokowi-kunjungi-ibu-kota-nusantara-pada-tanggal-24-agustus-2024-mendatang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 01:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken yang juga sebagai Ketua Umum JPKP Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan menegaskan bahwa ajakan Bapak Presiden ini disambut sangat antusias oleh seluruh Relawan JOKOWI khususnya JPKP. Tidak tanggung-tanggung meskipun kunjungan baru mau dilaksanakan pada 24 Agustus mendatang tapi gabungan Panitia Inti akan memulai dimobilisasi dari Jakarta secara bertahap tanggal 05 Agustus, Panitia akan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/presiden-jokowi-akan-ajak-ribuan-relawan-jokowi-kunjungi-ibu-kota-nusantara-pada-tanggal-24-agustus-2024-mendatang/">Presiden Jokowi Akan Ajak Ribuan Relawan JOKOWI Kunjungi Ibu Kota Nusantara pada tanggal 24 Agustus 2024 Mendatang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken yang juga sebagai Ketua Umum JPKP Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan menegaskan bahwa ajakan Bapak Presiden ini disambut sangat antusias oleh seluruh Relawan JOKOWI khususnya JPKP. Tidak tanggung-tanggung meskipun kunjungan baru mau dilaksanakan pada 24 Agustus mendatang tapi gabungan Panitia Inti akan memulai dimobilisasi dari Jakarta secara bertahap tanggal 05 Agustus, Panitia akan memastikan kelancaran agenda dengan mempersiapkan kebutuhan lokal mulai dari Akomodasi, Transportasi, Konsumsi baik di Kota Balikpapan maupun di IKN. Koordinasi ke berbagai pihak sudah dilakukan guna kesuksesan acara ini, awalnya acara ini sudah diagendakan 11 Agustus namun karena pertimbangan padatnya persiapan acara menjelang HUT RI 17 Agustus 2024 maka kunjungan Relawan JOKOWI ke IKN di jadwal ulang menjadi 24 Agustus 2024</p>
<p>Maret Samuel Sueken yang juga Putera Asli Balikpapan Kalimantan Timur menegaskan bahwa acara ini sangat penting mengingat Relawan Jokowi hadir diseluruh Indonesia sehingga tentu pesan yang disampaikan akan tersebar luas bahkan sampai Mancanegara melalui jejaring organ-organ Relawan Jokowi yang sangat banyak jumlahnya. Maret Samuel Sueken yang juga sebagai Tenaga Ahli Pembangunan IKN khususnya dalam pembangunan Blok Gedung Sekertariat Negara menegaskan bahwa IKN adalah legitimasi sejarah yang akan tercatat sepanjang masa dihati seluruh rakyat Indonesia. Sebagai salah satu Putera terbaik KALTIM yang memiliki reputasi sebagai seorang profesional dan bekerja lebih dari 20 tahun di perusahan explorasi Minyak dan Gas Bumi ini menegaskan bahwa IKN akan menjadi Green City yang smart dan ramah lingkungan terbesar di dunia kebanggaan anak negeri dengan ciri dan khas kawasannya sebagai representasi budaya Indonesia asli yang sangat heterogen dan berbudaya tinggi. Sebagai mantan Pejabat Komisaris BUMN dan Putera Daerah KALTIM , Maret Samuel Sueken juga berharap agar kelanjutan Pembangunan IKN bisa melibatkan Pengusaha-Pengusaha lokal dalam berpartisipasi bukan saja sebagai Sub Contractor tetapi bisa menjadi Main Contractor dan bersinergi dengan BUMN maupun BUO Badan Usaha Otorita IKN. Kunjungan para Relawan JOKOWI saat ini selaras dengan pesan Jokowi yang kerap kali disampaikan dalam pidatonya pada saat ground breaking di beberapa paket Proyek yaitu bahwa IKN ini merupakan kebanggaan bangsa dengan membeli masa depan untuk kejayaan negeri kita sebagai Pemenang dimasa mendatang. Kunjungan Relawan JOKOWI ke IKN ini juga sekaligus akan dijadikan sebagai ajang silaturahmi sesama relawan jokowi dari berbagai organ relawan guna memantapkan komitment untuk terus mengawal Jokowi sampai akhir masa jabatannya sampai bulan Oktober 2024 mendatang dan memastikan keberlanjutan semua program strategis Jokowi bisa berlangsung dengan baik dalam Pemerintahan Prabowo Gibran.</p>
<p>Ujar Maret Samuel Sueken yang juga didaulat menjadi Wakil Komandan Golf Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/presiden-jokowi-akan-ajak-ribuan-relawan-jokowi-kunjungi-ibu-kota-nusantara-pada-tanggal-24-agustus-2024-mendatang/">Presiden Jokowi Akan Ajak Ribuan Relawan JOKOWI Kunjungi Ibu Kota Nusantara pada tanggal 24 Agustus 2024 Mendatang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Kita Nusantara Kolaborasi Dengan Salaman Creative Hub Resmi Berdiri</title>
		<link>https://greenbluehub.id/isu-green-blue/rumah-kita-nusantara-kolaborasi-dengan-salaman-creative-hub-resmi-berdiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 14:17:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Isu Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syukuran Rumah Kita Nusantara bersinergi dengan Salaman Creative Hub, berlangsung di Bebek Salaman Bintaro, Tangsel.Rabu (31/7/2024). Rumah Kita lebih dari sekedar ruang fisik, pusat tempat kolaborasi untuk membangun Citra karakter bangsa yang tergambar di dalam ide dan konsep kreatif dan inovatif. Rumah Kita Nusantara menjadi simbol penggerak penguatan jati diri Nusantara yang menanamkan niai-nilai luhur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/rumah-kita-nusantara-kolaborasi-dengan-salaman-creative-hub-resmi-berdiri/">Rumah Kita Nusantara Kolaborasi Dengan Salaman Creative Hub Resmi Berdiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Syukuran Rumah Kita Nusantara bersinergi dengan Salaman Creative Hub, berlangsung di Bebek Salaman Bintaro, Tangsel.Rabu (31/7/2024).</p>
<p>Rumah Kita lebih dari sekedar ruang fisik, pusat tempat kolaborasi untuk membangun Citra karakter bangsa yang tergambar di dalam ide dan konsep kreatif dan inovatif.</p>
<p>Rumah Kita Nusantara menjadi simbol penggerak penguatan jati diri Nusantara yang menanamkan niai-nilai luhur pancasila sebagai landasan kekaryaan</p>
<p>Nusantara adalah ruang kebhinekaan tempat keberadaan multikulturalisme dari berbagai latar belakang sosial, keilmuan dan keahlian. maka Rumah Kita Nusantara hadir sebagai representatif kebhinekaan, tempat di mana ide-ide berlabuh dan tempat di mana perspektif menambatkan inovasi-inovasi barunya. melahirkan peradaban yang dinamis, tumbuh dan berkembang dengan daya cipta kreatif. inilah Rumah Kita Nusantara,mercusuar penerang warisan budaya nusantara.</p>
<p>Rumah Kita berdedikasi menjaga dan melestarikan kekayaan warisan budaya Nusantara, melalui berbagai upaya dan program untuk menanamkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai seni serta nilai-nilai budaya nusantara kepada seluruh anak bangsa.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-97345" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-01-at-8.58.46-AM.jpeg" alt="" width="1199" height="674" /></p>
<p>Rumah Kita hadir sebagai wadah bagi para insan kreatif, baik jurnalis, seniman, budayawan, dan enterpreneur muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.</p>
<p>Raja Asdi memberikan visi kedepannya Rumah Kita Nusantara &#8220;Menjadi pusat kolaborasi kreatif, inovatif, pengembangan, memajukan potensi bangsa dan melestarikan budaya Nusantara.&#8221; kata Raja Asdi kepada awak media.</p>
<p>Wawan Sugianto yang kerapkali disapa Om Wawan pemilik Resto Bebek Salaman Bintaro, sekaligus Founder Salaman Creative Hub.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah ini adalah awal untuk ambil bagian dalam proses perjalanan dari konsep besar tentang semangat Nusantara&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rumah Kita Nusantara digagas oleh Ustad Faisal Romdonih,M.Si,Raja Asdi,Syamsul “Masdjo” Arifin,Syamms Lefty,CFC,M.Iqbal MM .CFC,Amirzazikri Amir,BE, Andi Shabrina,M.Ikom,CFMpr,Aurora Maris dan Faizul dan Uqbah Al Anshori.</p>
<p>Turut hadir pula H.Ahmad Yusuf Ketua Lesbumi Jakarta,<br />
Sanni Aria Konsultan pajak,<br />
Aktor Fendi Pradana, Aktris<br />
Elly Ernawatie,<br />
Seno Harjo Produser musik,<br />
Sekjen Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Herlina Prawirosoekarto dan KH. Muklis Fadlil dari Lesbumi NU Jakarta Jalannya acara dipandu oleh Eka Montana.</p>
<p>Masdjo Arifin berharap kedepannya terwujud &#8220;komunitas kreatif yang inklusif dan kolaboratif ,ruang untuk bertukar ide, berjejaring, dan berkolaborasi. terwujudnya literasi positif bagi bagi memori kolektif.&#8221;tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/isu-green-blue/rumah-kita-nusantara-kolaborasi-dengan-salaman-creative-hub-resmi-berdiri/">Rumah Kita Nusantara Kolaborasi Dengan Salaman Creative Hub Resmi Berdiri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 19:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brahma Kumbara (Fendi Pradana )dan Mantili (Elly Ernawatie ) suatu hari, mereka mendengar berita tentang pembangunan Istana IKN yang baru di Kalimantan. Tergerak oleh rasa ingin tahu dan semangat petualangan, mereka memutuskan untuk turun gunung dan menjelajahi istana IKN yang megah ini.Sabtu (20/7/2024). Perjalanan mereka penuh dengan cerita,dengan keberanian dan kecerdikan mereka, mereka berhasil sampai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/">Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Brahma Kumbara (Fendi Pradana )dan Mantili (Elly Ernawatie ) suatu hari, mereka mendengar berita tentang pembangunan Istana IKN yang baru di Kalimantan. Tergerak oleh rasa ingin tahu dan semangat petualangan, mereka memutuskan untuk turun gunung dan menjelajahi istana IKN yang megah ini.Sabtu (20/7/2024).</p>
<p>Perjalanan mereka penuh dengan cerita,dengan keberanian dan kecerdikan mereka, mereka berhasil sampai lokasi dengan sebelumnya silahturahmi dengan Wakapolda Kaltim , Pangdam Mulawarman, OIKN dan Ka Kanwil BPN Kaltim</p>
<p>Setibanya di IKN, Brahma dan Mantili terpesona oleh kemegahan istana. Mereka melihat arsitektur yang indah, taman yang asri, dan teknologi canggih smart city IKN</p>
<p>Mereka bertemu dengan berbagai orang yang ramah dan belajar banyak tentang budaya dan tradisi Kalimantan. Brahma dan Mantili juga berkesempatan melihat infrastuktut secara langsung dan bangunan yang inspiratif.</p>
<p>Ditemani oleh Maret Samuel Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Publik (JPKP) dan Raja Asdi Yayasan Generasi Lintas Budaya (GLB) melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan IKN Nusantara dan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pembangunannya</p>
<p>Petualangan Brahma dan Mantili di IKN meninggalkan kesan yang mendalam bagi mereka. Mereka belajar banyak tentang Indonesia dan melihat sendiri kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa ini. Mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia.</p>
<p>Kisah Brahma Kumbara dan Mantili mengajarkan kita beberapa hal penting,Kita harus berani untuk mengejar mimpi dan cita-cita kita. Tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi dengan keberanian dan kecerdikan.</p>
<p>Kita harus selalu memiliki rasa ingin tahu dan semangat untuk menjelajahi hal-hal baru. dan menghargai budaya dan tradisi.Kita harus menghormati dan menghargai budaya dan tradisi orang lain.</p>
<p>Dalam tinjauan ke IKN bagian cek lokasi untuk kegiatan gerakan Budaya Penanaman Pohon Kebangsaan dan Konser Suara Alam Nusantara.</p>
<figure id="attachment_97262" aria-describedby="caption-attachment-97262" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-97262" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-20-at-1.00.26-PM.jpeg" alt="" width="960" height="720" /><figcaption id="caption-attachment-97262" class="wp-caption-text">Para Pekerja Senang bisa Berfoto bersama Fendi Pradana Brahma Kumbara dan Elly Ernawatie Mantili pemeran film Sauh Sepuh</figcaption></figure>
<p>Dalam kunjungan tersebut, JPKP dan GLB bertemu dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Otorita IKN, dan para kontraktor Sekretariat Kabinet dan GLB juga berkesempatan untuk melihat langsung beberapa lokasi pembangunan, seperti kawasan inti pusat pemerintahan, hunian, dan infrastruktur.</p>
<p>“Kita harus menjaga kelestarian alam dan lingkungan untuk generasi mendatang melalui gerakan budaya menanam pohon kebangsaan “kata Raja Asdi.</p>
<p>Pesan dari Brahma Kumbara (Fendi Pradana ) “Menjaga lingkungan.Lakukan hal-hal kecil untuk menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menghemat energi.”ujarnya.</p>
<p>Meskipun masih ada beberapa kendala yang harus diatasi, namun secara keseluruhan pembangunan IKN Nusantara berjalan dengan baik.<br />
Pemerintah berkomitmen untuk membangun IKN Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.IKN Nusantara akan dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, serta akan menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua orang.</p>
<p>Pembangunan IKN Nusantara berjalan sesuai rencana.JPKP dan GLB mendorong agar pemerintah melibatkan masyarakat pekerja seni berkolaborasi dengan seluruh pemangku pencinta lingkungan mensukseskan gerakan Budaya Menanam Pohon Kebangsaan di IKN Nusantara dan di beberapa provinsi lainnya sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.</p>
<p>Maret Samuel Ketua Umum JPKP menutup dengan harapan “IKN Nusantara harus dibangun dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.”tegasnya (Masdjo)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/">Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 19:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7614</guid>

					<description><![CDATA[<p>By Bambang Oeban Dari seberang tanah Jawa, hati HM. JOS SOETOMO terjaga pikirannya melanglang ke ujung Timur Kalimantan, senyumnya sebening embun pagi ibukota, mimpi indah masa lalunya kini terjawab sudah. Meski HM. JOS SOETOMO harus menahan rindu, sudah sekian lama meninggalkan tanah kelahiran, disebabkan tubuhnya perlu perawatan demi kesehatan, tak apalah. HM. JOS SOETOMO tlah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/">RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>By Bambang Oeban</strong></em></p>
<p>Dari seberang tanah Jawa,<br />
hati HM. JOS SOETOMO terjaga<br />
pikirannya melanglang ke ujung Timur Kalimantan, senyumnya<br />
sebening embun pagi ibukota,<br />
mimpi indah masa lalunya<br />
kini terjawab sudah.<br />
Meski HM. JOS SOETOMO harus menahan rindu, sudah sekian lama meninggalkan tanah kelahiran, disebabkan tubuhnya perlu perawatan demi kesehatan,<br />
tak apalah.</p>
<p>HM. JOS SOETOMO<br />
tlah mengukir lembar sejarah<br />
penghias di sepanjang hidupnya<br />
lahan alam tepian Pantai Lamaru<br />
telah diselamatkan disela abad<br />
kemerdekaan dalam masa<br />
kemajuan pembangunan,<br />
dia ikut ambil bagian<br />
tak mau ketinggalan<br />
dalam pengabdian<br />
berkebangsaan.</p>
<p>Berdiri RAJA ASDI<br />
di antara angin senja<br />
kaki menapak pepasir<br />
menghayati tepian Lamaru<br />
terngiang sejarah masa lalu<br />
manakala perang dunia kedua<br />
bumi suci kesultanan Kutai ini<br />
yang dipenuhi oleh minyak bumi<br />
dijadikan rebutan kaum penjajah<br />
petinggi tertipu mata uang Golden<br />
kekayaan alam leluhur berpindah<br />
dari garis khatulistiwa dilayarkan<br />
sampai ke negeri paman Sam<br />
para pribumi hanya terpatuh<br />
dibawah kaki kekuasaan<br />
mengeluh kesakitan<br />
tak punya kekuatan<br />
dalam kekalahan</p>
<p>Derap langkah kaki<br />
para serdadu Jepang<br />
di tepian pantai Lamaru<br />
bersemangat api jibaku<br />
memburu para mata biru<br />
atasnama Hindia Belanda<br />
jadi juragan kilang minyak<br />
pribumi terlena tipu daya,<br />
Raja Asdi bergumam<br />
dari jaman purbakala<br />
negeri kami kaya!</p>
<p>Apa kata RAJA ASDI<br />
timbul dari dasar hati<br />
Kami datang berniat suci<br />
sebagai generasi pelestari<br />
untuk menghijaukan bumi<br />
dengan pohon kebangsaan<br />
agar tetap indah berseri<br />
di tanah ibu pertiwi<br />
tak boleh mati!</p>
<p>BRAHMA KUMBARA<br />
menyatu dalam jiwa<br />
pemuda Fendy Pradana<br />
tegak memandang senja<br />
menikmati eloknya suasana<br />
terhanyut deburan ombak air<br />
pantai Lamaru mempesona<br />
betapa rapi asri terpelihara<br />
dibelai tangan anak desa<br />
berdarah laksamana Cheng Ho,<br />
bernama HM. JOS SOETOMO<br />
termasuk putra terbaik bangsa<br />
turut berjuang di alam merdeka<br />
memperindah pantai Lamaru<br />
dikagumi pada tiap kalbu<br />
menimbulkan rindu<br />
sepanjang waktu</p>
<p>BRAHMA KUMBARA<br />
hatinya merasa bahagia<br />
biar jaman sudah berbeda<br />
Nusantara menjadi Indonesia<br />
namun alamnya mesti terjaga<br />
seperti Pantai Lamaru terpiara<br />
menjadi tempat penyejuk jiwa<br />
bagi keluarga atau siapa saja<br />
baik saudara di tanah Jawa,<br />
Sumatera, Sulawesi, Papua<br />
maupun seluruh penjuru dunia<br />
kami menyambut dengan terbuka<br />
Pantai Lamaru tak cuma berwisata<br />
tapi ada terkandung sejarah lama<br />
situs tinggalan perang dunia kedua<br />
merupakan satu pembuktian nyata<br />
meski bumi Kutai pernah teraniaya<br />
oleh para kaum pecundang serakah<br />
tapi hari ini sudah tak ada lagi duka<br />
Pantai Lamaru jadi saksi sejarah<br />
Indonesia tetaplah Nusantara<br />
harus tetap hidup MERDEKA!<br />
Tangan Brahma Kumbara<br />
mengepal menembus udara<br />
bersemangat api di dada,<br />
sekali lagi berteriak,<br />
MERDEKA!</p>
<p>Lihatlah<br />
Putri Solo Elly Ermawatie<br />
berhati Mantili bunga melati<br />
dalam kasih sayang ibu pertiwi<br />
berkaus merah berdiri di pantai<br />
Lamaru memandang buih<br />
seperti berada di alam mimpi<br />
menikmati keindahan yang asri<br />
seperti tak lagi mau kembali<br />
hatinya terasa tentram damai<br />
dalam semilir angin membelai<br />
betapa bahagia di tanah Kutai<br />
bukan cuma cerita, tapi kini<br />
Elly Ermawatie ada di sini<br />
di atas segala sukacita<br />
seakan tak mau pergi<br />
ingin tetap di sini!</p>
<p>Dari kejauhan<br />
ada secercah senyuman,<br />
TONI KANSIL menyuarakan<br />
sambil melambaikan tangan<br />
atas nama pemelihara tepian<br />
Pantai Lamaru Balikpapan,<br />
dengan penuh kegairahan<br />
memberi pesan keindahan<br />
kepada para teman sekalian<br />
terucap SELAMAT JALAN<br />
perpisahan bukanlah pilihan<br />
tapi telah kalian tinggalkan<br />
kenangan tiada terlupakan<br />
jejak digital sejarah menawan<br />
melengkapi satu penghormatan<br />
kepada sang tokoh kebangsaan<br />
HM. JOS SOETOMO pilihan<br />
penyelamat alam lingkungan<br />
tak sekadar pantai dilestarikan,<br />
hutan mangrove pun disuburkan,<br />
raga kalian boleh meninggalkan<br />
semoga hati tetap ditinggalkan,<br />
dan aku mengucapkan<br />
kepada kalian sekalian:<br />
RAJA ASDI<br />
FENDY PRADANA BRAHMA KUMBARA<br />
ELLY ERMAWATIE MANTILI<br />
dan lain-lain,<br />
Kami menantikan<br />
kabar gembira<br />
KONSER SUARA ALAM NUSANTARA<br />
pembawa pesan amanah<br />
demi seni budaya bangsa<br />
untuk Indonsia dan dunia!<br />
PANTAI LAMARU BALIKPAPAN<br />
semoga tetap bersemi di hati<br />
kalian, SELAMAT TEMAN-TEMAN!</p>
<p><em><strong>Dari Desa Singasari</strong></em><br />
<em><strong>Sabtu, 20 Juli 2024</strong></em><br />
<em><strong>10.00</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/">RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 00:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), dan Raja Asdi, Yayasan Generasi Lintas Budaya, bersama Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Elly Ermawati (Mantili) diterima Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, di Makodam Mulawarman, Balikpapan.Jumat (19/7/2024). Mengajak Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/">Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), dan Raja Asdi, Yayasan Generasi Lintas Budaya, bersama Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Elly Ermawati (Mantili) diterima Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, di Makodam Mulawarman, Balikpapan.Jumat (19/7/2024).</p>
<p>Mengajak Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan IKN.</p>
<p>Penanaman pohon kebangsaan ini merupakan bagian dari program KONSER SUARA ALAM NUSANTARA sebuah gerakan budaya menanam pohon yang diinisiasi oleh JPKP dan Yayasan Generasi Lintas Budaya, Program ini bertujuan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat polusi dan deforestasi, serta memotivasi masyarakat untuk menanam pohon dan menjaga kelestarian hutan.</p>
<p>Fendi Pradana mengatakan, &#8220;Kami mengundang Pangdam VI/Mulawarman untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di IKN Nusantara. Kami percaya bahwa dengan dukungan dari semua pihak, kita dapat mewujudkan IKN yang hijau dan lestari.&#8221; kata Fendi.</p>
<p>Elly Ermawati menambahkan, &#8220;Penanaman pohon ini bukan hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebangsaan di kalangan generasi muda. Kita ingin generasi muda memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama.&#8221;ujarnya.</p>
<p>Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Sulistiawan, menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia mengatakan, &#8220;Saya sangat mendukung program penanaman pohon kebangsaan ini. Saya yakin bahwa program ini akan memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan dan generasi mendatang.&#8221;tegasnya.</p>
<p>Penanaman pohon kebangsaan di IKN Nusantara, Sumatera Utara, Kopassus Group l Serang Banten, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Jambi dan sudah dimulai awal Juni di group l Kopassus Serang Banten dan beberapa provinsi lainnya pada Agustus sampai puncak acara hari bela negara 19 Desember 2024 . Acara ini akan dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan dan seniman.</p>
<p>Bersama-sama, kita dapat merawat bunda alam dan mengubahnya melalui gerakan masif budaya menanam pohon kebangsaan . Mari kita jaga bumi dan ciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.</p>
<p>KONSER SUARA ALAM NUSANTARA sebuah gerakan budaya menanam pohon untuk merawat bumi Nusantara yang kita cintai.</p>
<p>Mari kita lestarikan alam Indonesia untuk masa depan yang lebih hijau.(Masdjo)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/">Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
