<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Profil Green Blue Arsip - Generasi Lintas Budaya Foundation</title>
	<atom:link href="https://greenbluehub.id/category/profil-green-blue/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://greenbluehub.id/category/profil-green-blue/</link>
	<description>Menghidupkan budaya bangsa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2026 11:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2026/05/cropped-Logo-Greenbluehub-32x32.webp</url>
	<title>Profil Green Blue Arsip - Generasi Lintas Budaya Foundation</title>
	<link>https://greenbluehub.id/category/profil-green-blue/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Guruh Sukarno Putra “Untuk Indonesia” Merangkai Harapan untuk Anak-anak Penyintas Kanker</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/guruh-sukarno-putra-untuk-indonesia-merangkai-harapan-untuk-anak-anak-penyintas-kanker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[info GreenBlueHub.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:14:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<category><![CDATA[anak penyintas kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Deheng House]]></category>
		<category><![CDATA[Guruh Sukarno Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Kinarya GSP]]></category>
		<category><![CDATA[Marcell Siahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Paduan Suara Gema Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penggalangan dana]]></category>
		<category><![CDATA[seni Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Kanker Anak Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7755</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, greenblue.id &#8211; Banyak tokoh seni bergerak melampaui batas estetika murni, seperti pelopor seni yang mendedikasikan karya dan hidupnya untuk menyuarakan kelompok rentan. Salah satunya adalah Guruh Sukarno Putra, putra sang proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno. Seniman yang senantiasa menggunakan empati sebagai kompas utama. Lewat medium ekspresi estetik, sang maestro seni pertunjukan ini kembali mempersembahkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/guruh-sukarno-putra-untuk-indonesia-merangkai-harapan-untuk-anak-anak-penyintas-kanker/">Guruh Sukarno Putra “Untuk Indonesia” Merangkai Harapan untuk Anak-anak Penyintas Kanker</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, greenblue.id</strong> &#8211; Banyak tokoh seni bergerak melampaui batas estetika murni, seperti pelopor seni yang mendedikasikan karya dan hidupnya untuk menyuarakan kelompok rentan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah <strong>Guruh Sukarno Putra</strong>, putra sang proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno. Seniman yang senantiasa menggunakan empati sebagai kompas utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat medium ekspresi estetik, sang maestro seni pertunjukan ini kembali mempersembahkan maha karya bertajuk “Untuk Indonesia” yang akan digelar di Deheng House, Kemang Jakarta Selatan, Kamis 27 Agustus pukul 16.00 WIB mendatang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penggalangan Dana untuk Anak-Anak Penyintas Kanker</h2>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk Indonesia&#8221; adalah penggalangan dana untuk anak-anak penyintas kanker. Representasi yang mengejawantahkan keberpihakan merujuk pada bentuk ekspresi seni, sastra, dan budaya. Menyuarakan realitas sosial, dinamika kebangsaan, serta empati mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk Indonesia&#8221; memberikan dukungan psikososial sekaligus penggalangan dana, dan merangkai harapan untuk anak-anak penyintas kanker.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peluncuran Paduan Suara Gema Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pergelaran ini sekaligus menjadi momentum peluncuran <strong>Paduan Suara Gema Indonesia</strong> binaan Guruh Sukarno Putra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menampilkan sejumlah seniman antara lain; Marcell Siahaan, Kinarya GSP, Putri GSP, Gema Indonesia, dan I Ketut Gunawan Sandika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didukung para gadis sampul, diantaranya Starrisya Andhita, Fae Bernice Robin, Jane Callista, Kacamelyv Prakaca, serta penampilan khusus Melvina Patricia, seorang penyitas kanker yang sudah pulih. Acara ini akan dipandu artis kenamaan Soraya Haque dan Ai Syarief.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kegiatan ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga membangun ruang emosional yang positif bagi anak-anak penyintas kanker,” ujar Guruh Sukarno Putra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guruh mengharapkan kegiatan ini dapat dirasakan sebagai bentuk dukungan dari komunitas seni guna membangun rasa percaya diri mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Memberikan pesan kepada anak-anak, bahwa masa depan mereka berharga dan banyak orang peduli pada perjuangan mereka,” tegas pendiri Swara Maharddhika Group ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lelang Wastra Karya Guruh Sukarno Putra</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan tersebut akan dilelang sejumlah wastra (kain tradisionil) karya Guruh Sukarno Putra, wastra anak-anak penyintas kanker, dan berbagai karya dari Ndara Pearls.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hasil penggalangan dana melalui kegiatan ini langsung disumbangkan kepada Yayasan Kanker Anak Indonesia,” terang Guruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ini didukung atas kerjasama Yayasan Kanker Anak Indonesia, dan Celltech Stem Cell Centre – Profesor DR. Deby Vinski MScAA PhD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan lainnya datang dari Deheng House, Viva Cosmetics, Batik Chic, Ai Syarif 1965, PT. Kara Santan Pertama, Vivi Nici, Al Hayyu Carpets, MW Music Studio, Quantum Group, dan Ndara Pearls, serta dari lembaga donor lainnya./*</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/guruh-sukarno-putra-untuk-indonesia-merangkai-harapan-untuk-anak-anak-penyintas-kanker/">Guruh Sukarno Putra “Untuk Indonesia” Merangkai Harapan untuk Anak-anak Penyintas Kanker</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alessia Borriello Apresiasi Program PELATARAN BPN Bogor 1, Dorong Kesadaran Hak Tanah dan Semangat Berbagi</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/alessia-borriello-apresiasi-program-pelataran-bpn-bogor-1-dorong-kesadaran-hak-tanah-dan-semangat-berbagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[info GreenBlueHub.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 09:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7750</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR, Greenbluehub.id – Pelayanan publik yang mudah diakses menjadi salah satu kunci terciptanya kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal itu yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 melalui program PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) yang mendapat apresiasi dari model dan bintang sinetron Alessia Borriello. Saat menghadiri kegiatan sosial yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 bersama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/alessia-borriello-apresiasi-program-pelataran-bpn-bogor-1-dorong-kesadaran-hak-tanah-dan-semangat-berbagi/">Alessia Borriello Apresiasi Program PELATARAN BPN Bogor 1, Dorong Kesadaran Hak Tanah dan Semangat Berbagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><strong>BOGOR, Greenbluehub.id</strong> – </strong>Pelayanan publik yang mudah diakses menjadi salah satu kunci terciptanya kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal itu yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 melalui program <strong>PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan)</strong> yang mendapat apresiasi dari model dan bintang sinetron <strong>Alessia Borriello</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat menghadiri kegiatan sosial yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 bersama Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) dan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Jumat (31/7/2026), Alessia menilai pelayanan pertanahan di akhir pekan menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Program ini sangat membantu masyarakat yang sibuk bekerja sehingga tetap memiliki kesempatan mengurus dokumen pertanahan pada hari Sabtu,&#8221; ujar Alessia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didampingi sutradara Akbar Bhakti, Alessia turut membagikan makanan kepada masyarakat sekaligus mengajak warga semakin peduli terhadap pentingnya legalitas kepemilikan tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, dokumen pertanahan yang sah bukan sekadar administrasi, melainkan perlindungan hukum terhadap aset keluarga agar terhindar dari sengketa maupun praktik mafia tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mencontohkan sejumlah figur publik yang pernah menghadapi persoalan pertanahan, seperti Nirina Zubir yang memperjuangkan hak atas tanah warisan keluarganya, Ashanty yang menghadapi persoalan sertifikat ganda, hingga Denny Sumargo yang aktif menyuarakan pelestarian kawasan Raja Ampat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pelayanan Pertanahan Semakin Dekat dengan Masyarakat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1, <strong>Ina Sulfani, S.I.P., M.H.</strong>, menjelaskan bahwa PELATARAN merupakan inovasi pelayanan yang diselenggarakan setiap Sabtu pukul 08.00–12.00 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layanan tersebut mencakup pemberian informasi pertanahan, pengambilan produk layanan, hingga pendaftaran layanan bagi pemohon yang datang langsung tanpa kuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menghadirkan pelayanan di akhir pekan, Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 juga terus memperkuat kualitas pelayanan melalui antrean online serta hotline pengaduan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah, cepat, dan transparan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan yang sama, Ina Sulfani menyampaikan bahwa kolaborasi bersama insan media, komunitas sosial, dan tokoh publik diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepastian hukum atas tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Menebar kebaikan, menghadirkan manfaat, dan meraih keberkahan bersama,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Zimamun Ni&#8217;am Aulawi, S.H., Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Ilham Pandu Wijaya, S.T., Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito, Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan Raja Asdi, serta relawan Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW).</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/alessia-borriello-apresiasi-program-pelataran-bpn-bogor-1-dorong-kesadaran-hak-tanah-dan-semangat-berbagi/">Alessia Borriello Apresiasi Program PELATARAN BPN Bogor 1, Dorong Kesadaran Hak Tanah dan Semangat Berbagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 19:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brahma Kumbara (Fendi Pradana )dan Mantili (Elly Ernawatie ) suatu hari, mereka mendengar berita tentang pembangunan Istana IKN yang baru di Kalimantan. Tergerak oleh rasa ingin tahu dan semangat petualangan, mereka memutuskan untuk turun gunung dan menjelajahi istana IKN yang megah ini.Sabtu (20/7/2024). Perjalanan mereka penuh dengan cerita,dengan keberanian dan kecerdikan mereka, mereka berhasil sampai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/">Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Brahma Kumbara (Fendi Pradana )dan Mantili (Elly Ernawatie ) suatu hari, mereka mendengar berita tentang pembangunan Istana IKN yang baru di Kalimantan. Tergerak oleh rasa ingin tahu dan semangat petualangan, mereka memutuskan untuk turun gunung dan menjelajahi istana IKN yang megah ini.Sabtu (20/7/2024).</p>
<p>Perjalanan mereka penuh dengan cerita,dengan keberanian dan kecerdikan mereka, mereka berhasil sampai lokasi dengan sebelumnya silahturahmi dengan Wakapolda Kaltim , Pangdam Mulawarman, OIKN dan Ka Kanwil BPN Kaltim</p>
<p>Setibanya di IKN, Brahma dan Mantili terpesona oleh kemegahan istana. Mereka melihat arsitektur yang indah, taman yang asri, dan teknologi canggih smart city IKN</p>
<p>Mereka bertemu dengan berbagai orang yang ramah dan belajar banyak tentang budaya dan tradisi Kalimantan. Brahma dan Mantili juga berkesempatan melihat infrastuktut secara langsung dan bangunan yang inspiratif.</p>
<p>Ditemani oleh Maret Samuel Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Publik (JPKP) dan Raja Asdi Yayasan Generasi Lintas Budaya (GLB) melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan IKN Nusantara dan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pembangunannya</p>
<p>Petualangan Brahma dan Mantili di IKN meninggalkan kesan yang mendalam bagi mereka. Mereka belajar banyak tentang Indonesia dan melihat sendiri kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa ini. Mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia.</p>
<p>Kisah Brahma Kumbara dan Mantili mengajarkan kita beberapa hal penting,Kita harus berani untuk mengejar mimpi dan cita-cita kita. Tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi dengan keberanian dan kecerdikan.</p>
<p>Kita harus selalu memiliki rasa ingin tahu dan semangat untuk menjelajahi hal-hal baru. dan menghargai budaya dan tradisi.Kita harus menghormati dan menghargai budaya dan tradisi orang lain.</p>
<p>Dalam tinjauan ke IKN bagian cek lokasi untuk kegiatan gerakan Budaya Penanaman Pohon Kebangsaan dan Konser Suara Alam Nusantara.</p>
<p><figure id="attachment_97262" aria-describedby="caption-attachment-97262" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97262" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-20-at-1.00.26-PM.jpeg" alt="" width="960" height="720" /><figcaption id="caption-attachment-97262" class="wp-caption-text">Para Pekerja Senang bisa Berfoto bersama Fendi Pradana Brahma Kumbara dan Elly Ernawatie Mantili pemeran film Sauh Sepuh</figcaption></figure></p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, JPKP dan GLB bertemu dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Otorita IKN, dan para kontraktor Sekretariat Kabinet dan GLB juga berkesempatan untuk melihat langsung beberapa lokasi pembangunan, seperti kawasan inti pusat pemerintahan, hunian, dan infrastruktur.</p>
<p>“Kita harus menjaga kelestarian alam dan lingkungan untuk generasi mendatang melalui gerakan budaya menanam pohon kebangsaan “kata Raja Asdi.</p>
<p>Pesan dari Brahma Kumbara (Fendi Pradana ) “Menjaga lingkungan.Lakukan hal-hal kecil untuk menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menghemat energi.”ujarnya.</p>
<p>Meskipun masih ada beberapa kendala yang harus diatasi, namun secara keseluruhan pembangunan IKN Nusantara berjalan dengan baik.<br />
Pemerintah berkomitmen untuk membangun IKN Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.IKN Nusantara akan dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, serta akan menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua orang.</p>
<p>Pembangunan IKN Nusantara berjalan sesuai rencana.JPKP dan GLB mendorong agar pemerintah melibatkan masyarakat pekerja seni berkolaborasi dengan seluruh pemangku pencinta lingkungan mensukseskan gerakan Budaya Menanam Pohon Kebangsaan di IKN Nusantara dan di beberapa provinsi lainnya sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.</p>
<p>Maret Samuel Ketua Umum JPKP menutup dengan harapan “IKN Nusantara harus dibangun dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.”tegasnya (Masdjo)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-menjelajahi-istana-ikn-sebuah-petualangan-menakjubkan/">Brahma Kumbara dan Mantili Menjelajahi Istana IKN: Sebuah Petualangan Menakjubkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 19:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7614</guid>

					<description><![CDATA[<p>By Bambang Oeban Dari seberang tanah Jawa, hati HM. JOS SOETOMO terjaga pikirannya melanglang ke ujung Timur Kalimantan, senyumnya sebening embun pagi ibukota, mimpi indah masa lalunya kini terjawab sudah. Meski HM. JOS SOETOMO harus menahan rindu, sudah sekian lama meninggalkan tanah kelahiran, disebabkan tubuhnya perlu perawatan demi kesehatan, tak apalah. HM. JOS SOETOMO tlah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/">RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>By Bambang Oeban</strong></em></p>
<p>Dari seberang tanah Jawa,<br />
hati HM. JOS SOETOMO terjaga<br />
pikirannya melanglang ke ujung Timur Kalimantan, senyumnya<br />
sebening embun pagi ibukota,<br />
mimpi indah masa lalunya<br />
kini terjawab sudah.<br />
Meski HM. JOS SOETOMO harus menahan rindu, sudah sekian lama meninggalkan tanah kelahiran, disebabkan tubuhnya perlu perawatan demi kesehatan,<br />
tak apalah.</p>
<p>HM. JOS SOETOMO<br />
tlah mengukir lembar sejarah<br />
penghias di sepanjang hidupnya<br />
lahan alam tepian Pantai Lamaru<br />
telah diselamatkan disela abad<br />
kemerdekaan dalam masa<br />
kemajuan pembangunan,<br />
dia ikut ambil bagian<br />
tak mau ketinggalan<br />
dalam pengabdian<br />
berkebangsaan.</p>
<p>Berdiri RAJA ASDI<br />
di antara angin senja<br />
kaki menapak pepasir<br />
menghayati tepian Lamaru<br />
terngiang sejarah masa lalu<br />
manakala perang dunia kedua<br />
bumi suci kesultanan Kutai ini<br />
yang dipenuhi oleh minyak bumi<br />
dijadikan rebutan kaum penjajah<br />
petinggi tertipu mata uang Golden<br />
kekayaan alam leluhur berpindah<br />
dari garis khatulistiwa dilayarkan<br />
sampai ke negeri paman Sam<br />
para pribumi hanya terpatuh<br />
dibawah kaki kekuasaan<br />
mengeluh kesakitan<br />
tak punya kekuatan<br />
dalam kekalahan</p>
<p>Derap langkah kaki<br />
para serdadu Jepang<br />
di tepian pantai Lamaru<br />
bersemangat api jibaku<br />
memburu para mata biru<br />
atasnama Hindia Belanda<br />
jadi juragan kilang minyak<br />
pribumi terlena tipu daya,<br />
Raja Asdi bergumam<br />
dari jaman purbakala<br />
negeri kami kaya!</p>
<p>Apa kata RAJA ASDI<br />
timbul dari dasar hati<br />
Kami datang berniat suci<br />
sebagai generasi pelestari<br />
untuk menghijaukan bumi<br />
dengan pohon kebangsaan<br />
agar tetap indah berseri<br />
di tanah ibu pertiwi<br />
tak boleh mati!</p>
<p>BRAHMA KUMBARA<br />
menyatu dalam jiwa<br />
pemuda Fendy Pradana<br />
tegak memandang senja<br />
menikmati eloknya suasana<br />
terhanyut deburan ombak air<br />
pantai Lamaru mempesona<br />
betapa rapi asri terpelihara<br />
dibelai tangan anak desa<br />
berdarah laksamana Cheng Ho,<br />
bernama HM. JOS SOETOMO<br />
termasuk putra terbaik bangsa<br />
turut berjuang di alam merdeka<br />
memperindah pantai Lamaru<br />
dikagumi pada tiap kalbu<br />
menimbulkan rindu<br />
sepanjang waktu</p>
<p>BRAHMA KUMBARA<br />
hatinya merasa bahagia<br />
biar jaman sudah berbeda<br />
Nusantara menjadi Indonesia<br />
namun alamnya mesti terjaga<br />
seperti Pantai Lamaru terpiara<br />
menjadi tempat penyejuk jiwa<br />
bagi keluarga atau siapa saja<br />
baik saudara di tanah Jawa,<br />
Sumatera, Sulawesi, Papua<br />
maupun seluruh penjuru dunia<br />
kami menyambut dengan terbuka<br />
Pantai Lamaru tak cuma berwisata<br />
tapi ada terkandung sejarah lama<br />
situs tinggalan perang dunia kedua<br />
merupakan satu pembuktian nyata<br />
meski bumi Kutai pernah teraniaya<br />
oleh para kaum pecundang serakah<br />
tapi hari ini sudah tak ada lagi duka<br />
Pantai Lamaru jadi saksi sejarah<br />
Indonesia tetaplah Nusantara<br />
harus tetap hidup MERDEKA!<br />
Tangan Brahma Kumbara<br />
mengepal menembus udara<br />
bersemangat api di dada,<br />
sekali lagi berteriak,<br />
MERDEKA!</p>
<p>Lihatlah<br />
Putri Solo Elly Ermawatie<br />
berhati Mantili bunga melati<br />
dalam kasih sayang ibu pertiwi<br />
berkaus merah berdiri di pantai<br />
Lamaru memandang buih<br />
seperti berada di alam mimpi<br />
menikmati keindahan yang asri<br />
seperti tak lagi mau kembali<br />
hatinya terasa tentram damai<br />
dalam semilir angin membelai<br />
betapa bahagia di tanah Kutai<br />
bukan cuma cerita, tapi kini<br />
Elly Ermawatie ada di sini<br />
di atas segala sukacita<br />
seakan tak mau pergi<br />
ingin tetap di sini!</p>
<p>Dari kejauhan<br />
ada secercah senyuman,<br />
TONI KANSIL menyuarakan<br />
sambil melambaikan tangan<br />
atas nama pemelihara tepian<br />
Pantai Lamaru Balikpapan,<br />
dengan penuh kegairahan<br />
memberi pesan keindahan<br />
kepada para teman sekalian<br />
terucap SELAMAT JALAN<br />
perpisahan bukanlah pilihan<br />
tapi telah kalian tinggalkan<br />
kenangan tiada terlupakan<br />
jejak digital sejarah menawan<br />
melengkapi satu penghormatan<br />
kepada sang tokoh kebangsaan<br />
HM. JOS SOETOMO pilihan<br />
penyelamat alam lingkungan<br />
tak sekadar pantai dilestarikan,<br />
hutan mangrove pun disuburkan,<br />
raga kalian boleh meninggalkan<br />
semoga hati tetap ditinggalkan,<br />
dan aku mengucapkan<br />
kepada kalian sekalian:<br />
RAJA ASDI<br />
FENDY PRADANA BRAHMA KUMBARA<br />
ELLY ERMAWATIE MANTILI<br />
dan lain-lain,<br />
Kami menantikan<br />
kabar gembira<br />
KONSER SUARA ALAM NUSANTARA<br />
pembawa pesan amanah<br />
demi seni budaya bangsa<br />
untuk Indonsia dan dunia!<br />
PANTAI LAMARU BALIKPAPAN<br />
semoga tetap bersemi di hati<br />
kalian, SELAMAT TEMAN-TEMAN!</p>
<p><em><strong>Dari Desa Singasari</strong></em><br />
<em><strong>Sabtu, 20 Juli 2024</strong></em><br />
<em><strong>10.00</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/raja-asdi-brahma-kumbara-dan-mantili-menghayati-pantai-lamaru-menyimpan-sejarah-di-masa-jajahan/">RAJA ASDI, BRAHMA KUMBARA DAN MANTILI MENGHAYATI PANTAI LAMARU MENYIMPAN SEJARAH DI MASA JAJAHAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 00:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), dan Raja Asdi, Yayasan Generasi Lintas Budaya, bersama Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Elly Ermawati (Mantili) diterima Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, di Makodam Mulawarman, Balikpapan.Jumat (19/7/2024). Mengajak Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/">Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maret Samuel Sueken Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), dan Raja Asdi, Yayasan Generasi Lintas Budaya, bersama Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Elly Ermawati (Mantili) diterima Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, di Makodam Mulawarman, Balikpapan.Jumat (19/7/2024).</p>
<p>Mengajak Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan IKN.</p>
<p>Penanaman pohon kebangsaan ini merupakan bagian dari program KONSER SUARA ALAM NUSANTARA sebuah gerakan budaya menanam pohon yang diinisiasi oleh JPKP dan Yayasan Generasi Lintas Budaya, Program ini bertujuan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat polusi dan deforestasi, serta memotivasi masyarakat untuk menanam pohon dan menjaga kelestarian hutan.</p>
<p>Fendi Pradana mengatakan, &#8220;Kami mengundang Pangdam VI/Mulawarman untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon kebangsaan di IKN Nusantara. Kami percaya bahwa dengan dukungan dari semua pihak, kita dapat mewujudkan IKN yang hijau dan lestari.&#8221; kata Fendi.</p>
<p>Elly Ermawati menambahkan, &#8220;Penanaman pohon ini bukan hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebangsaan di kalangan generasi muda. Kita ingin generasi muda memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama.&#8221;ujarnya.</p>
<p>Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Sulistiawan, menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia mengatakan, &#8220;Saya sangat mendukung program penanaman pohon kebangsaan ini. Saya yakin bahwa program ini akan memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan dan generasi mendatang.&#8221;tegasnya.</p>
<p>Penanaman pohon kebangsaan di IKN Nusantara, Sumatera Utara, Kopassus Group l Serang Banten, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Jambi dan sudah dimulai awal Juni di group l Kopassus Serang Banten dan beberapa provinsi lainnya pada Agustus sampai puncak acara hari bela negara 19 Desember 2024 . Acara ini akan dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan dan seniman.</p>
<p>Bersama-sama, kita dapat merawat bunda alam dan mengubahnya melalui gerakan masif budaya menanam pohon kebangsaan . Mari kita jaga bumi dan ciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.</p>
<p>KONSER SUARA ALAM NUSANTARA sebuah gerakan budaya menanam pohon untuk merawat bumi Nusantara yang kita cintai.</p>
<p>Mari kita lestarikan alam Indonesia untuk masa depan yang lebih hijau.(Masdjo)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/brahma-kumbara-dan-mantili-bersinergi-dengan-pangdam-vi-mulawarman-untuk-membudayakan-menanam-pohon-kebangsaan/">Brahma Kumbara Dan Mantili Bersinergi Dengan Pangdam VI   Mulawarman Untuk Membudayakan Menanam  Pohon Kebangsaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budi Arie Menteri Kominfo Mendukung Satgas Seniman Komunikasi Publik Kearifan Budaya (S2KPKB)</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/budi-arie-menteri-kominfo-mendukung-satgas-seniman-komunikasi-publik-kearifan-budaya-s2kpkb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 00:13:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://greenbluehub.id/?p=7596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seniman memiliki peran penting dalam menjaga kearifan budaya dan identitas bangsa. Mereka adalah penjaga, pelestari, dan pengembang budaya bangsa. Menteri Kominfo mendukung Satgas Seniman Komunikasi Publik Kearifan Budaya (S2KPKB). Yang diwakili oleh pelaku seni Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Ely Rahmawati (Mantili). Seniman melestarikan budaya dengan mempelajari, mempraktikkan, dan mewariskan seni tradisional kepada generasi penerus.Seniman [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/budi-arie-menteri-kominfo-mendukung-satgas-seniman-komunikasi-publik-kearifan-budaya-s2kpkb/">Budi Arie Menteri Kominfo Mendukung Satgas Seniman Komunikasi Publik Kearifan Budaya (S2KPKB)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seniman memiliki peran penting dalam menjaga kearifan budaya dan identitas bangsa. Mereka adalah penjaga, pelestari, dan pengembang budaya bangsa.</p>
<p>Menteri Kominfo mendukung Satgas Seniman Komunikasi Publik Kearifan Budaya (S2KPKB). Yang diwakili oleh pelaku seni Fendi Pradana (Brahma Kumbara) dan Ely Rahmawati (Mantili).</p>
<p>Seniman melestarikan budaya dengan mempelajari, mempraktikkan, dan mewariskan seni tradisional kepada generasi penerus.Seniman mendokumentasikan budaya melalui karya seni. Seniman melindungi budaya dari pengaruh luar yang negatif. Mereka mempromosikan nilai-nilai budaya dan mendorong masyarakat untuk menghormati tradisi.</p>
<p>Peran sebagai seniman komunikasi publik yang mengangkat isu-isu kontemporer dari perspektif budaya, sehingga budaya dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman.Seniman menjalin kerjasama dengan seniman dari negara lain untuk bertukar ide dan pengalaman, sehingga memperkaya budaya bangsa.</p>
<p>Budi Arie Selaku Menteri Kominfo berharap &#8220;Seniman memiliki peran penting dalam menjaga kearifan budaya dan identitas bangsa. Mereka adalah penjaga, pelestari, dan pengembang budaya yang memastikan budaya bangsa tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi, melalui ruang komunikasi publik.&#8221;ujarnya.</p>
<p>Aktor Fendi Pradana menambahkan&#8221;Seniman juga dapat memainkan peran lain dalam masyarakat, seperti sebagai kritik sosial, agen perubahan, dan pemersatu bangsa.&#8221;kata Fendi saat di jumpai awak media di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan.Jumat (12/7/2024). Bersama Ely Rahmawati Mantili.</p>
<p>Dengan demikian, seniman adalah aset penting bagi bangsa dan perlu didukung dan diberdayakan agar mereka dapat terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa.sebagai pihak yang efektif dalam komunikasi publik.</p>
<p>Raja Asdi dari Yayasan Generasi Lintas Budaya memandang &#8220;kematangan komunikasi aktor senior ini dalam merealisasikan isu-isu kearifan budaya sebagai suatu identitas bangsa yang penting dijaga.&#8221;tegasnya. Bersama Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Maret Samuel Sueken. Kedepannya Satgas ini dapat membahas kemajuan budaya dan komunikasi publik secara maksimal.(Djo)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/budi-arie-menteri-kominfo-mendukung-satgas-seniman-komunikasi-publik-kearifan-budaya-s2kpkb/">Budi Arie Menteri Kominfo Mendukung Satgas Seniman Komunikasi Publik Kearifan Budaya (S2KPKB)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MR. SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA &#038; PDRI SELAMATKAN NKRI</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/mr-syafruddin-prawiranegara-pdri-selamatkan-nkri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 14:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://greenbluehub.id/?p=7583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Monumen Nasional PDRI atau Monumen Nasional Bela Negara adalah monumen peringatan yang dibangun sebagai monumen sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia ketika ibu kota Indonesia jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer Belanda Kedua. Monumen ini diareal seluas 40 s.d 50 hektare di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/mr-syafruddin-prawiranegara-pdri-selamatkan-nkri/">MR. SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA &#038; PDRI SELAMATKAN NKRI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Monumen Nasional PDRI atau Monumen Nasional Bela Negara adalah monumen peringatan yang dibangun sebagai monumen sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia ketika ibu kota Indonesia jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer Belanda Kedua. Monumen ini diareal seluas 40 s.d 50 hektare di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI, yaitu di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.</p>
<p><strong>PEMBANGUNAN, </strong>Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan monumen ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Bela Negara (HBN) pada 19 Desember 2012. yang dianggarkan dari anggaran APBN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Selain monumen, beberapa bangunan penunjang juga akan dibangun di area yang sama, seperti gedung serbaguna, masjid, diorama, museum, pustaka, dan bangunan literatur sejarah.</p>
<p>Terkait pengerjaan Museum PDRI, berdasarkan data Ditjen PCBM, pembangunannya dimulai sejak 2012, didahului dengan penyusunan rencana induk hingga seminar nasional, baik di Padang maupun di Jakarta, pada 2012. Setahun setelahnya, proses pembangunan diserahkan kepada Pemkab Lima Puluh Kota menggunakan anggaran APBN.</p>
<p>Pekerjaan fisik museum dimulai pada 2013, Pada 2014, dan 2018 berdasarkan publikasi laman Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah, Direktorat Perencanaan dan evaluasi pengadaan (Sirup LKPP), pembangunan fisik Museum PDRI dilanjutkan.</p>
<p><strong>SEJARAH, </strong>Sumatera Barat memiliki banyak tempat bersejarah yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan penyuka sejarah. Salah satunya monumen PDRI ini, PDRI merupakan peristiwa yang terjadi saat Belanda yang dibonceng oleh sekutu pasca Perang Dunia II ingin menguasai Indonesia kembali. Belanda memulai Agresi keduanya pada 19 Desember 1948 dengan menyerang Yogyakarta yang menjadi Ibukota Indonesia. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ditawan Belanda.</p>
<p>Akhirnya, Soekarno sebagai kepala negara mengirim radiogram kepada Mr Syafruddin Prawinegara untuk membentuk Pemerintah Darurat di Sumatera (Sumatera Tengah). Surat tersebut berbunyi &#8220;<em>Kami sebagai Presiden Indoensia memberitakan bahwa Belanda pada hari Minggu 19 Desember 1948, djam 6 pagi Belanda telah memulai seranganja atas ibu kota Jogjakarta, Djika dalam keadaan pemerintah tidak bisa menjalankan kewajibanya, kami menugaskan Mr Sjafuddin Prawinegara, Mentri Kemakmuran Republik Indonesia membentuk Pemerintah Darurat di Sumatera</em>,&#8221;.</p>
<p>Namun sebelum surat yang dikirim via kawat itu sampai ditangan Mr Syafruddin, sudah terlebih dahulu dijegal oleh Belanda. Sehingga Syafruddin memutuskan  untuk mendeklarasikan PDRI. Prof. Dr. Mestika Zed dalam bukunya <em>Somewhere in The Jungle</em>, karena hubungan dengan Jogja terputus, akhirnya mereka mengambil keputusan sendiri memutuskan untuk mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia.</p>
<p>Dalam buku yang sama, PDRI terjadi tidak di satu tempat saja, tetapi banyak tempat. Syafruddin terus berjalan menyusuri belantara Sumatera Tengah (Sumatera Barat) dimulai sejak 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari gempuran Belanda dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Daerah yang pernah dijajaki Syafruddin itu banyak dirikan monumen-monumen kenangan PDRI.</p>
<p><strong>INSPIRASI</strong>, Sejarah tentang PDRI telah menjadi inspirasi banyak karya, di antaranya, Film Dokumenter, Novel Roman Sejarah PDRI, Puisi Bela Negara 2020, My Soul Is Indonesia 2021 monolog ‘<em>Aku dan Mr. Sjafruddin Prawiranegara’</em> oleh Olivia Zalianty, monolog ‘<em>Roman Sejarah PDRI</em>’ oleh Marcella Zalianty, Kedua monolog tayang yang dibawakan artis kakak-beradik itu di inisiasi dan di produksi oleh Yayasan Generasi Lintas Budaya dan difasilitasi Direktorat Jenderal  Kebudayaan Kemendikbud RI.</p>
<p>Kemudian, monolog &#8220;<em>Kacamata Sjafruddin”</em> yang dimainkan Deva Mahendra di atas panggung untuk pementasan seri monolog &#8220;<em>Di Tepi Sejarah</em>&#8220;. Monolog yang mengisahkan tentang kehidupan Sjafruddin Prawiranegara ini disutradarai Yudi Ahmad Tajudin dan naskahnya dibuat oleh Ahda Imran. Monolog ini merupakan program seni yang dibuat Titimangsa Foundation dan KawanKawan Media bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI.</p>
<p>Perlu diketahui, Syafruddin Prawiranegara adalah orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi Presiden De Javasche Bank (DJB) di masa-masa akhir tahun 1951-1953. Dia pula yang sekaligus menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pertama tahun 1953 -1958, sebagai hasil dari nasionalisasi DJB.</p>
<p>Sebelumnya, posisi orang nomor satu di De Javasche Bank tahun 1828 &#8211; 1951, selalu dijabat oleh orang berkebangsaan Belanda. Salah satu yang menonjol di masa kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara adalah keteguhannya dalam menjalankan fungsi utama bank sentral penjaga stabilitas nilai rupiah serta pengelolaan moneter.</p>
<p>Syafruddin juga orang yang pertama kali menyampaikan usulan agar pemerintah RI segera menerbitkan mata uang sendiri sebagai mata uang Indonesia untuk mengganti beberapa mata uang asing yang masih beredar.</p>
<p>Syafruddin Prawiranegara juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran. Dia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 1946, Menteri Keuangan yang pertama kali pada 1946 dan Menteri Kemakmuran pada 1947.</p>
<p>Pada saat menjabat sebagai Menteri Kemakmuran inilah terjadi Agresi Militer Belanda II dan sehingga terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), dimana Syafruddin menjabat sebagai pemimpin tertinggi pemerintah Indonesia dalam masa PDRI.</p>
<p><figure id="attachment_7585" aria-describedby="caption-attachment-7585" style="width: 953px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-7585 size-full" src="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI02.jpg" alt="" width="953" height="531" srcset="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI02.jpg 953w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI02-300x167.jpg 300w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI02-768x428.jpg 768w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI02-900x500.jpg 900w" sizes="(max-width: 953px) 100vw, 953px" /><figcaption id="caption-attachment-7585" class="wp-caption-text">Rapat Koordinasi 14 Mei 2024</figcaption></figure></p>
<p><strong>SERIUS, </strong>Keseriusan pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan Museum PDRI pada 14 Mei 2024 Kemendikbudristek RI melakukan Rapat Koordinasi Penyusunan Strategi Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen PDRI (Bela Negara) dengan Kemenkopolhukam, Kementerian Sekretaris Kabinet, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupten 50 Kota,Pemerintah Kota Payakumbuh, Camat, wali nagari gunung omeh dan dari unsur masyarakat Yayasan Generasi Lintas Budaya, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) dan YPP PDRI 1948 &#8211; 1949, di Aula Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III di Padang.</p>
<p>Lebih lanjut Raja Asdi menyampaikan sebait pantun ‘<strong><em>Patah Tumbuh hilang berganti, Adat usang pusaka lama, Presiden ditangkap berdiri PDRI, Tonggak Sejarah Bela Negara</em></strong><strong>’</strong> tentang Keppres Nomor 28 Tahun 2006 ditetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara ‘<em>merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia</em>. “<em>karena pada tanggal tersebut terbentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka bela negara,</em>“.</p>
<p><figure id="attachment_7586" aria-describedby="caption-attachment-7586" style="width: 947px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7586" src="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI03.jpg" alt="" width="947" height="528" srcset="https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI03.jpg 947w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI03-300x167.jpg 300w, https://greenbluehub.id/wp-content/uploads/2024/05/PDRI03-768x428.jpg 768w" sizes="(max-width: 947px) 100vw, 947px" /><figcaption id="caption-attachment-7586" class="wp-caption-text">Rapat Koordinasi 14 Mei 2024</figcaption></figure></p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/mr-syafruddin-prawiranegara-pdri-selamatkan-nkri/">MR. SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA &#038; PDRI SELAMATKAN NKRI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Olivia Zalianty, Melodi Kebangsaan Merawat Generasi Lintas Budaya Damai</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/olivia-zalianty-melodi-kebangsaan-merawat-generasi-lintas-budaya-damai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 23:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://greenbluehub.id/?p=7569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah Akselerasi Antar Generasi Lintas Budaya  Dalam Kehidupan Demokrasi Saat Ini, merupakan sebuah festival seni dan budaya yang digagas untuk menciptakan keharmonisan dalam negeri ini dalam balutan nuansa Pancasila. Melodi Kebangsaan Generasi Lintas Budaya  diselenggarakan Sabtu (16/12/2023) di Universitas Dharma AUB Solo. Acara ini     bergotong-royong didukung BPIP RI,Universitas Dharma AUB Surakarta, Marhaen Kota Solo,  [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/olivia-zalianty-melodi-kebangsaan-merawat-generasi-lintas-budaya-damai/">Olivia Zalianty, Melodi Kebangsaan Merawat Generasi Lintas Budaya Damai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah Akselerasi Antar Generasi Lintas Budaya  Dalam Kehidupan Demokrasi Saat Ini, merupakan sebuah festival seni dan budaya yang digagas untuk menciptakan keharmonisan dalam negeri ini dalam balutan nuansa Pancasila.</p>
<p>Melodi Kebangsaan Generasi Lintas Budaya  diselenggarakan Sabtu (16/12/2023) di Universitas Dharma AUB Solo. Acara ini     bergotong-royong didukung BPIP RI,Universitas Dharma AUB Surakarta, Marhaen Kota Solo,  seniman, pelajar, mahasiswa Solo dan pelajar Banjaransari Jabar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-94556 size-full aligncenter" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-18-at-2.53.07-PM-1.jpg" alt="" width="800" height="600" /></p>
<p>Pagelaran tersebut dibuka Prof.Dr.H.Agus Moh.Najib,S.Ag.M.Ag Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, dihadiri perwakilan Direktorat Perfileman, musik, dan media Kemendikbud, Prof.Dr.Siti Fatonah,MM Rektor Universitas Dharma AUB, Dr.Anggoro Ketua Yayasan Universitas Dharma AUB, dan Olivia Zalianty sebagai pelaksana Pagelaran Harmoni Kebangsaan Indonesia Damai.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/tKDukA3fy78?si=4FsctS9lN0SolGVy" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-mce-fragment="1"></iframe></p>
<p>“Setiap kata, perbuatan dan suara yang positif merupakan melodi yang dikirimkan manusia dan bervibrasi kepada semesta. Pada akhirnya vibrasi positif yang dipantulkan ini akan kembali kepada setiap individu manusia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” hal ini dikatakan Ndaru Kusumo, sutradara, kepada media.</p>
<p>Dijelaskan Ndaru Kusumo, yang juga mengaransemen lagu hymne Pancasila dan The Land of Nusantara, Pancasila sebagai dasar negara juga merupakan alunan melodi kehidupan berbangsa yang dicetuskan oleh Bung Karno sebagai pendiri bangsa.</p>
<p>“Melalui kelima sila sebagai falsafah bangsa Bung Karno menciptakan orkestrasi kehidupan berbangsa dan bernegara agar terciptakan sebuah keharmonisan. Dari dasar cinta damai antar anak bangsa,” ucap Ndaru Kusumo.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-94557 size-full aligncenter" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-18-at-2.53.07-PM.jpg" alt="" width="800" height="600" /></p>
<p>Olivia Zalianty sebagai pelaksana Pagelaran Harmoni Kebangsaan Indonesia Damai,  mengaku sangat tersentuh, merasa bangga dengan Melodi Kebangsaan.</p>
<p>“Saya harapkan melodi kebangsaan bisa merasuk ke jiwa. Sekaligus sebagai ajakan kepada generasi sekarang, untuk berkolaborasi, tidak terpecah belah. Kita ingin generasi kita mengisi konten-konten dengan konten pemersatu dalam menyebarkan nasionalisme.</p>
<p>Menurut Purwono, SH MH, salah satu panitia,  Melodi Kebangsaan untuk persatuan Indonesia. Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, etnis.  Kegiatan ini bisa memberikan energi positif atas keanekaragaman budaya, keberagaman Indonesia. Kita satukan menjadi irama yang indah buat negeri, melalui seni dan budaya.</p>
<p>Pada kesempatan pagelaran tersebut Yayasan Generasi Lintas Budaya sekaligus mengusung lintas generasi mencintai alam bergotong royong membudayakan menanam pohon kebangsaan menyerahkan 500 bibit pohon pelindung dan produktif, bibit pohon difasilitasi Kementerian LHK melalui Balai DAS Solo kepada narasumber dan peserta yang hadir sebagai wujud merawat bumi pertiwi &#8220;kita jaga ALAM jaga kita&#8221;</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/olivia-zalianty-melodi-kebangsaan-merawat-generasi-lintas-budaya-damai/">Olivia Zalianty, Melodi Kebangsaan Merawat Generasi Lintas Budaya Damai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ICMI Dorong Gerakan Nasional Penanaman 1 Miliar Pohon ICMI Jadi Inpres</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/icmi-dorong-gerakan-nasional-penanaman-1-miliar-pohon-icmi-jadi-inpres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2023 03:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://greenbluehub.id/?p=7520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman satu Miliar Pohon Mangrove sebagai wujud nyata kepedulian untuk mengurangi emisi karbon dan perubahan iklim, mendorong agar upaya tersebut dikuatkan dengan mendorong agar gerakan itu kuat dengan menjadi Instruksi Presiden (Inpres). &#8220;ICMI harus mendorong agar gerakan ini bisa jadi Inpres, sehingga tujuan penanaman 1 Miliar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/icmi-dorong-gerakan-nasional-penanaman-1-miliar-pohon-icmi-jadi-inpres/">ICMI Dorong Gerakan Nasional Penanaman 1 Miliar Pohon ICMI Jadi Inpres</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman satu Miliar Pohon Mangrove sebagai wujud nyata kepedulian untuk mengurangi emisi karbon dan perubahan iklim, mendorong agar upaya tersebut dikuatkan dengan mendorong agar gerakan itu kuat dengan menjadi Instruksi Presiden (Inpres).</p>
<p>&#8220;ICMI harus mendorong agar gerakan ini bisa jadi Inpres, sehingga tujuan penanaman 1 Miliar pohon ini dapat segera tercapai,&#8221; ujar Ketua Dewan Penasihat ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie dalam sambutannya di pembukaan acara pada Sabtu 30 September 2023, di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.</p>
<p>Gerakan yang ditandai dengan aksi tanam mangrove tersebut dicanangkan ICMI dengan menggandeng Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.</p>
<p>Jimly mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari aksi mitigasi perubahan iklim, karena tanaman mangrove atau bakau ini memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbondioksida dalam jumlah besar dan sangat membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.</p>
<p>&#8220;Ini baru pencanangan, tapi nanti semua pengurus ICMI akan bergerak di tiap daerahnya, dan saya sampaikan, usul kepada pemerintah, supaya Menko PMK (Muhadjir Effendy) dan Menteri Pendidikan (Nadiem Makarim) bisa menggerakkan mahasiswa dosen dan siswa, dan itu tadi agar ini dijadikan Inpres nya dari Presiden agar kuat,&#8221; kata Jimly.</p>
<p>Seperti diketahui, ekosistem mangrove merupakan modalitas alam yang berkontribusi pada pendapatan masyarakat melalui pemanfa­atan mangrove yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia yakni 3,36 juta hektare dan memiliki lebih dari 100 spesies mangrove di dalamnya, menempatkan mangrove sebagai ekosistem yang penting.</p>
<p>Dalam agenda mitigasi per­ubahan iklim, upaya perlindung­an dan pemulihan ekosistem mangrove pun secara konsisten terus didorong melalui sejumlah program nasional, salah satunya yaitu Indonesia FoLU Net-Sink 2030. Program ini merupakan wujud implementasi upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.</p>
<p>Program ini diwujudkan salah satunya melalui kegiatan Percepatan Rehablitasi Mang­rove bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta dukungan dari multi-stakeholder baik dalam negeri maupun luar negeri.</p>
<p>Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah melakukan rehabilitasi mangrove seluas 67.521 hektare dan masih terus akan melaksanakan rehabilitasi dengan dukungan dari berbagai pihak, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, NGO, masyarakat, dan juga dukungan dari negara donor.</p>
<p>Rehabilitasi Mangrove juga menjadi cara penting menjaga kedaulatan ekonomi dan kedaulatan politik Indonesia berupa keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena wilayah hutan mangrove berada di pesisir-pesisir yang merupakan titik pangkal terluar untuk batas Laut Teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landas Kontinen wilayah Indonesia dengan batas wilayah laut negara lain di sekitarnya.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai batas negara ini tergerus oleh abrasi akibat tidak adanya ekosistem mangrove,&#8221; pungkas Jimly.</p>
<p>ICMI akan selalu hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. ICMI yang berlandaskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan berbasis kecendekiaan akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.* (RS)</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/icmi-dorong-gerakan-nasional-penanaman-1-miliar-pohon-icmi-jadi-inpres/">ICMI Dorong Gerakan Nasional Penanaman 1 Miliar Pohon ICMI Jadi Inpres</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Siti: Laksamana Malahayati Kisah Pejuang Wanita Asal Aceh Yang Menginspirasi</title>
		<link>https://greenbluehub.id/profil-green-blue/menteri-siti-laksamana-malahayati-kisah-pejuang-wanita-asal-aceh-yang-menginspirasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Generasi Lintas Budaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2023 07:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profil Green Blue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://greenbluehub.id/?p=7512</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.greenbluehub.id— Menteri LHK Siti Nurbaya sangat terkesan atas perjuangan tokoh wanita asal Aceh yang diangkat dalam pertunjukan teater kolosal berjudul &#8220;Jalasena Laksamana Malahayati&#8221;. Menteri Siti menonton langsung pertunjukan teater tersebut di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Sabtu, (09/09/2023). Kisah heroik pejuang laksamana perempuan pertama di dunia asal Aceh yang bernama Laksamana [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/menteri-siti-laksamana-malahayati-kisah-pejuang-wanita-asal-aceh-yang-menginspirasi/">Menteri Siti: Laksamana Malahayati Kisah Pejuang Wanita Asal Aceh Yang Menginspirasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>www.greenbluehub.id</strong>— Menteri LHK Siti Nurbaya sangat terkesan atas perjuangan tokoh wanita asal Aceh yang diangkat dalam pertunjukan teater kolosal berjudul &#8220;Jalasena Laksamana Malahayati&#8221;. Menteri Siti menonton langsung pertunjukan teater tersebut di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Sabtu, (09/09/2023).</p>
<p dir="ltr">Kisah heroik pejuang laksamana perempuan pertama di dunia asal Aceh yang bernama Laksamana Malahayati diperankan oleh aktris Marcella Zalianty bersama para pemain yang berjumlah 62 orang. Pertunjukan “Jalasena Laksamana Malahayati” merupakan kolaborasi antara pemain film, pemain dari Teater Koma, Wayang Orang Bharata dan juga prajurit Korps Wanita Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Korps Marinir TNI AL, serta beberapa perwira tinggi TNI AL.</p>
<p dir="ltr">Pementasan teater kolosal “Jalasena Laksamana Malahayati” mengangkat kisah heroik perjuangan Laksamana perempuan pertama di dunia yang bernama Malahayati, perempuan asli Aceh kelahiran 1 Januari 1550. Ia menjadi satu di antara beberapa singa betina dari Tanah Rencong yang bernyali besar, selain Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia yang melawan kolonialisme. Terlahir dengan nama Keumalahayati, ia berasal dari keluarga pengarung samudra berdarah biru.</p>
<p dir="ltr"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-92320 aligncenter" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-10-at-09.31.31.jpg" alt="" width="409" height="307" /></p>
<p dir="ltr">Berlatar tahun 1500-an, kisah Malahayati menceritakan kebangkitan seorang pejuang wanita di angkatan laut Aceh kala itu yang berduka atas kematian ayah dan suaminya serta kaum lelaki dalam pertempuran dengan Penjajah Portugis.</p>
<p dir="ltr">Ia bertekad untuk menuntut balas dan meneruskan perjuangan sang suami dengan membentuk Inong Balee, laskar perang berkekuatan 2.000 personel yang seluruh prajuritnya adalah perempuan dan ditakuti oleh musuh di perairan pesisir Aceh Besar serta Selat Malaka.</p>
<p dir="ltr">Salah satu kesuksesan terbesar pasukan Inong Balee pimpinan Laksamana Malayahati adalah mematahkan perlawanan invasi armada Belanda yang dipimpin dua pengelana bersaudara, Cornelis de Houtman dan Frederik de Houtman.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Malahayati menyuarakan keberaniannya untuk tidak menyerah pada nasib dan melanjutkan perjuangan menjaga kedaulatan wilayah kekuasaannya, nilai itu yang penting dan perlu menjadi inspirasi generasi bangsa saat ini,&#8221; ujar Menteri Siti.</p>
<p dir="ltr"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-92319 aligncenter" src="https://www.majalahagraria.today/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-10-at-09.20.16.jpg" alt="" width="407" height="306" /></p>
<p dir="ltr">Tokoh Malahayati jelas Menteri Siti juga mengingatkan kembali kepada akar sejarah kita bahwa negara kita Indonesia adalah negara maritim yang memiliki angkatan laut yang besar dan kuat dan sangat disegani di dunia.</p>
<p dir="ltr">Pertunjukan teater ini menghasilkan banyak kejutan seperti penampilan replika kapal perang seukuran aslinya di atas panggung pertunjukan, serta penggunaan teknologi <i>videomapping</i> yang indah untuk memperkuat suasana pertempuran masa lalu antara armada Kesultanan Aceh yang dipimpin Laksamana Malahayati melawan armada perang Belanda.</p>
<p dir="ltr">Atas jasanya, Presiden Joko Widodo menobatkan Laksamana Malahayati, panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2017. Malahayati menjadi perempuan Indonesia ke-13 yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. Penyerahan gelar itu diwakili oleh oleh keturunan Malahayati ke-45, Teuku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam.</p>
<p>Artikel <a href="https://greenbluehub.id/profil-green-blue/menteri-siti-laksamana-malahayati-kisah-pejuang-wanita-asal-aceh-yang-menginspirasi/">Menteri Siti: Laksamana Malahayati Kisah Pejuang Wanita Asal Aceh Yang Menginspirasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://greenbluehub.id">Generasi Lintas Budaya Foundation</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
