BOGOR, Greenbluehub.id – Artis Bersatu Menanam Pohon menjadi gerakan baru yang menggabungkan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan pelestarian lingkungan melalui konsep dakwah hijau. Gerakan ini diinisiasi oleh Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan bersama Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) dengan melibatkan komunitas, aktivis, hingga para seniman sebagai penggerak perubahan.
Kolaborasi tersebut menggandeng greenbluehub.id, JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), sineas Akbar Bhakti, serta sejumlah relawan untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan.
Program perdana akan dimulai melalui penanaman pohon di kawasan Villa AB47 atau Villa Lil Ubud milik Akbar Bhakti di Kampung Sarongge, Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi ini menjadi titik awal pelaksanaan dakwah hijau yang nantinya akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Bagi para penggagasnya, menanam pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, melainkan bentuk sedekah jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan manusia, hewan, dan lingkungan dalam jangka panjang.
Raja Asdi selaku Ketua Hubungan Antar Lembaga JPKP menegaskan bahwa bumi bukan hanya warisan bagi generasi sekarang, melainkan titipan yang harus dijaga bersama.
“Bumi bukan sekadar warisan, melainkan titipan bagi generasi mendatang. Wujud sedekah lingkungan dan investasi jangka panjang. Oleh karena itu melalui aksi nyata kami mendorong terciptanya harmoni antara manusia, alam, dan keberagaman dalam semangat merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan tersebut membawa visi besar menjadikan akhlak terhadap alam sebagai solusi bangsa.
“Menjadikan akhlak terhadap alam sebagai solusi bangsa, di mana program ini direalisasikan melalui gerakan budaya penanaman pohon, edukasi zero waste, dan kampanye kesejukan lingkungan yang akan kami laksanakan di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito, Koordinator Program Jumat Berkah Wartawan Agus Santosa, serta wartawan senior Wartabuana, Ibnu Hajar Herlambang.

Artis Bersatu Menanam Pohon Libatkan Seniman Sebagai Agen Perubahan
Gerakan Artis Bersatu Menanam Pohon dikemas sebagai kolaborasi budaya yang melibatkan para publik figur untuk memperluas kampanye cinta lingkungan kepada masyarakat.
Sineas Akbar Bhakti menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut sutradara yang telah menghasilkan ratusan judul sinetron, keterlibatan seniman dan artis akan membuat pesan pelestarian lingkungan lebih mudah diterima masyarakat.
“Seniman dapat mengubah isu konservasi menjadi karya visual atau pertunjukan. Sementara figur publik dapat menginspirasi penggemarnya untuk terjun langsung menanam pohon dan menjaga alam,” ujar Akbar.
Sutradara sinetron Roda-Roda Gila, Anak Langit, Anak Jalanan, hingga Bayu Cinta Luna itu berharap semakin banyak artis yang ikut terlibat dalam aksi penghijauan, baik melalui kegiatan penanaman pohon maupun kampanye edukasi di media sosial.
Ia juga mendorong agar para artis hadir langsung di lokasi reboisasi, kawasan konservasi, daerah aliran sungai, hutan kota, maupun wilayah pesisir sehingga mampu menarik partisipasi masyarakat secara luas.
“Termasuk melibatkan mereka dalam pembuatan konten edukatif melalui media sosial tentang pentingnya bersatu menanam pohon,” tambahnya.
Menanam Pohon Sebagai Bentuk Ibadah dan Tanggung Jawab Moral
Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito menilai alam bukan sekadar objek yang dapat dieksploitasi, tetapi bagian dari jaringan kehidupan yang memiliki dimensi spiritual.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus wujud kesadaran akan hubungan manusia dengan alam semesta.
“Menanam pohon dan menjaga kelestarian lingkungan adalah manifestasi dari kesadaran kesatuan kosmis, tanggung jawab moral, dan bentuk penghormatan kita kepada Sang Maha Pencipta,” tutur Eddie.
Senada dengan itu, Koordinator Program Jumat Berkah Wartawan Agus Santosa mengatakan dakwah hijau merupakan perluasan gerakan kemanusiaan yang selama ini diwujudkan melalui program berbagi makanan kepada masyarakat.
Baginya, menjaga kelestarian lingkungan memiliki nilai filantropi yang sama pentingnya karena berkaitan dengan ketahanan pangan, keberlanjutan kehidupan, dan nilai-nilai spiritual dalam Islam.
“Ini sejalan dengan spirit sedekah yang kita jalankan, di mana menjaga kelestarian alam dan ketahanan pangan adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam Islam,” ujarnya.
Agus menambahkan, setiap daun, buah, hingga oksigen yang dihasilkan pohon akan menjadi amal jariyah selama memberi manfaat bagi makhluk hidup.
Sementara itu, wartawan senior sekaligus relawan PJBW, Ibnu Hajar Herlambang, menekankan bahwa gerakan menanam pohon menjadi kebutuhan ekologis yang mendesak bagi Indonesia sebagai negara tropis.
Menurutnya, kerusakan hutan akibat penggundulan dan deforestasi harus diimbangi dengan penanaman kembali agar fungsi ekologis tetap terjaga, mampu mencegah bencana, serta menyerap emisi karbon.
“Gerakan menanam pohon ini wajib diapresiasi sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan, investasi masa depan bagi generasi penerus, sekaligus mitigasi perubahan iklim,” tegas Ibnu.
Melalui kolaborasi lintas komunitas, tokoh masyarakat, dan para seniman, gerakan Artis Bersatu Menanam Pohon diharapkan menjadi gerakan nasional yang mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari akhlak, ibadah, sekaligus tanggung jawab bersama demi masa depan Indonesia.*/

